demokrasi dalam sholat taraweh :D
Akankah ada demokrasi dalam sholat taraweh ? :D.
begini cerita singkatnya :
Alhamdulilah,Setelah dri awal ramadhan sy mencoba beberapa
mesjid utk taraweh, sy (baru) berkesimpulan ,Tiap mesjid bisa
berbeda2 jumlah rakaatnya ,ada yg 11 rakaat ada yg 23
rakaat .
dlm ibadah mgkin itu keharusan, semakin banyak
rakaat ,insyaallah semakin banyak jga amal yg diterima
jamaah .
Tapi ada sisi lain yg tidak terucap , namun dpt dirasakan dan
nampak ,
Perbedaan jumlah rakaat sebenarnya bisa mengurangi
kosentrasi dan jumlah jemaah disuatu mesjid ,
terlihat kebanyakan yg menerapkan 11 rakaat, jemaahnya bisa
lebih ramai dari yg menerapkan 23 rakaat .
Dikarenakan Ada yg lebih memilih mesjid yg jaraknya agak
jauh dri rumah,( padahal didepan rmhnya ada mesjid) hanya
utk mencari sholat taraweh yg lebih cepat .
sebagian besar beralasan, seharian sdh melaksanakan puasa,
masak tarawehnya jga harus lama ditambah juga khotbah yang
panjang .
Sebagai historis , setelah sy google ttg jumlah rakaat shalat
taraweh, konon Dijaman nabi muhammad SAW lebih memakai
11 rakaat, namun dizaman para sahabat2 nabi lah yg
mempopulerkan jumlah rakaat jd 23 .
Bagi sy yg masih awam dlm hal agama dan aturannya ,terlintas
di benak sy , akankah "demokrasi " bisa diberlakukan juga bagi
jemaah dlm keseragaman jumlah 11 atau 23 rakaat
dilingkungan suatu mesjid , shga keimanan dpt meningkat dan
jumlah jemaah disuatu mesjid pun bertambah .
mgkin kalau membicarakan
hal seperti ini masih dianggap kurang sopan ya ,dan bisa dianggap keluar dri pakem kewajaran .
krna sudah mahfum kita sebagai jemaah, hanya mempunyai opsi pilihan utk mengikuti imam, tidak ada opsi jemaah utk komplain ataupun mengeluarkan pendapat ,jadi mungkin cara yang paling umum dan bisa diterima kalau tidak sependapat atau tidak kuat tarawehnya karena harus 23 rakaat , kita hanya punya satu pilihan yaitu walk
out alias pulang lebih awal ...wkwkwkk
Btw Maaf bila posthing saya ini berlebihan, dan pd allah swt sy mohon ampun .
Dan Moga amal ibadah kita dibulan ramadhan ini bisa diterima
sempurna ... ﺁﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
VE
Senin, 14 Juli 2014
jalan dilampung bagus lebih penting dari sekedar kota baru :D
Langkah gubernur lampung diawal kepimpinannya, yg lebih
memprioritaskan program perbaikan jalan dilampung ,sangat
perlu di dukung ,krna menyentuh langsung kepentingan kita2
( rakyat ) .
Perbandingan nya ,pembangunan kota baru memang penting
tpi kan tdk urgen, setau gw perkantoran pemprov masih laik
pakai ,lagian kemacetan di bandar lampung masih bisa diblg
normal, itupun hanya dijam tertentu saja .
Intinya program yg lain dng berbagai alasan yg menyertai mmg
penting , tapi jauh lebih menting jalan dilampung bisa agak
MULUS ,ngurangin lobang2 sebesar kerbau yang
bertebaran ...wkwkwkwk
:D
memprioritaskan program perbaikan jalan dilampung ,sangat
perlu di dukung ,krna menyentuh langsung kepentingan kita2
( rakyat ) .
Perbandingan nya ,pembangunan kota baru memang penting
tpi kan tdk urgen, setau gw perkantoran pemprov masih laik
pakai ,lagian kemacetan di bandar lampung masih bisa diblg
normal, itupun hanya dijam tertentu saja .
Intinya program yg lain dng berbagai alasan yg menyertai mmg
penting , tapi jauh lebih menting jalan dilampung bisa agak
MULUS ,ngurangin lobang2 sebesar kerbau yang
bertebaran ...wkwkwkwk
:D
status FB
Sy jadi inget ,pada wktu pemilu legislatif
kmrin , mengutip pemberitaan media pd kala itu bahwa SBY
dan demokrat
percaya dng yg namanya survey saipul mujani( SMRC) serta
litbang
kompas. Dan akhirnya SBY dan demokrat sdh mengucapkan
selamat pd partai pemenang pileg padahal KPU sendiri blm
mengumumkan . Saat itu kerasa banget langkah pak SBY
sebagai presiden ,turut
meredakan suasana sehingga lebih damai tenteram. Imbas nya
keputusan KPU yg resmi, seolah tdk lagi menjadi rujukan
karena
hasilnya pun kita tau tdk jauh berbeda dng hasil QC .
Namun
sikap SBY pd pilpres kali ini , berbeda . SBY kmrin live pidato
menghimbau semua
pihak nunggu hasil KPU dan tersirat oleh sy seolah2 tdk
percaya pd
QC ...hhmmm # rujukan berita kompas.com .
Ntah mgkin ada kaitan jga sama pidato tersebut ,Sehingga
suasana tetap hot,
apalagi calon no 1 ikut seperti no 2 ,mendekarasikan
kemenangan dng hasil QC Masing2 .
Tpi secara intelektual
dan nalar mungkin kita bisa menilai mana kira2 survey yg
benarannya paling besar, krna
lembaga survey nasional yg berpartsipasi terdata ada 12
lembaga (kompas, detik.com) , 8 yg unggul di pihak
jokowi dan 4 utk prabowo .
Namun yg 4 utk prabowo ternyata
Menimbulkan pro kontra beragam, dimedia diulas bahwa msih
bagian dri survey internal ,
belom lagi
salah satu survey internal tersebut salah dlm penjumlahan .
Harus nya jumlah total 100 persen, itu malah 101 persen,hehe
lembaga survey semacam saipul mujani SMCR, CSIS ,litbang
kompas,rakata
Banyak diakui sebagai lembaga2 survey yg paling kredibel utk
saat ini , dan juga Karena kabarnya mereka bukan bagian dri
kekuasaan ,
dan survey mereka memiliki margin of error paling kecil krna
selama
pilkada seluruh indonesia,selisihnya paling tipis dng hasil KPU.
Pro dan kontra hasil QC terus berlanjut ,Gw kebayangnya gini,
andai kmrin hasil
survey saipul mujani menangin no 1 ,pasti semua jd berbeda
pendapatnya, terutama pihak pendukung no 1, dan no 2 akan
berbalik komplain ...hehehe ...
dan akhirnya kita memang harus
menunggu keputusan resmi KPU, yg menetapkan siapa
pemenang pilpres di 2014 ini ....
testimoni saya tentang prabowo
Testimoni : Andai prabowo tdk berkoalisi dng status quo, gw
mgkin akan mendukung beliau ,krn gw resfek dng figurnya
namun tidak dng gerbong koalisinya .sisi humanis yg gw suka
pd prabowo adalah wlu terlihat tempramen namun sportif ( gw
banget,hehe ) . Berbeda dng jokowi yg mengusung perubahan
dan relatif bersih dari beban masa lalu , beliau terlihat
jujur ,lugu dan sederhana ( jd inget proklamator bung hatta) .
Klo menurut gw Sayang 5 tahun hanya terfokus pd idola dan
figur semata, namun INDONESIA ku akan terperosok lebih
dalam # lagian bosen ah big boss minyaknya yg itu2
aja ,wkwkwk :D
Langganan:
Postingan (Atom)